Monday, March 30, 2020

,

Analisis Data Penelitian Quasi-Eksperimen


Penelitian eksperimen merupakan salah satu desain penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh yang timbul sebagai akibat dari perlakuan tertentu. Menurut Creswell (2012: 301), salah satu karakteristik desain penelitian ini adalah si peneliti melakukan treatment atau trial, atau disebut sebagai independen variabel untuk mengetahui efek dari treatment tersebut, atau disebut sebagai dependen variabel. 

Perbedaan quasi-experiment dengan true-experiment terkait teknik pengambilan sampel

Pengambilan sampel dalam desain penelitian ini menentukan jenis dari eksperimen itu sendiri, ada true-experiment atau eksperimen murni dan quasi-experiment atau eksperimen semu. Jika teknik pengambilan sampel dilkukan secara acak, atau random sampling maka jenis penelitiannya termasuk dalam desain true-experiment atau eksperimen murni. Namun, jika sampel tidak diambil secara acak karena kondisi tertentu, si peneliti tidak memiliki otoritas untuk mengambil individu secara acak, maka desain penelitian yang dipakai adalah quasi-experiment atau eksperimen semu.

Menurut Creswell (2009: 158), quasi-experiment melibatkan 2 grup, experimental group dan control group namun tidak memasukkan partisipan secara acak ke dalam dua grup tersebut karena sudah ada grup utuh yang sudah terbentuk dan tidak bisa di otak-atik lagi oleh si peneliti, sehingga peneliti hanya bisa mengambil individu-individu secara utuh dalam suatu grup.

Jenis penelitian quasi-experiment ini bisa menggunakan teknik cluster sampling, yaitu mengambil 2 grup sebagai sampel dari beberapa grup secara acak (bukan mengambil individu secara acak) atau purposive sampling, yaitu langsung memilih 2 grup sampel tertentu dikarenakan hanya tersedia 2 grup sampel tersebut atau karena alasan lainnya.

Perbedaan formula analisis data quasi-experiment dengan true-experiment 

Analisis data pada true-experiment dilakukan menggunakan formula t-test (untuk 1 independent variable) atau ANOVA (untuk dua atau lebih independent variable). Namun, pada penelitian quasi-experiment, analisis data dilakukan menggunakan formula ANCOVA (Analysis of Covariance). Selengkapnya konsep tentang ANCOVA bisa anda baca di sini Uji ANCOVA Melalui SPSS.

Poin-poin analisis data pada Bab 4 Skripsi untuk quasi-experiment

Baik, langsung saja, beberapa urutan poin analisis data di Bab 4 Skripsi yang harus dilakukan pada penelitian quasi-experiment adalah sebagai berikut:

Disini saya mengambil contoh judul penelitian "The Effectiveness of Peer Feedback on Students' Writing" dengan hipotesis:
- Ho : There is no significance different on students’ writing between students who got indirect feedback and students who did not get indirect feedback
- Ha : There is significance different on students' writing between students who got indirect feedback and students who did not get indirect feedback.


CHAPTER IV
RESEARCH FINDING AND DISCUSSION


A. The Finding
1. The Description of the Data
     Pada sub bab ini berisi tabel descriptive statistics beserta deskripsinya dari data yang telah diperoleh pada pre-test dan post-test dari kedua grup. Tujuan sub bab ini adalah untuk membandingkan mean, median, max, min atau hasil lainnya dari data pre-test dan post-test. Sehingga sub ini memiliki sub bab lagi sebagai berikut.
  • Data of Experimental Group
  • Data of Control Group

 Untuk langkah-langkah analisis descriptive statistics silahkan klik di sini Analisis Descriptive Statistics Melalui SPSS

NOTE: jika instrument anda writing test atau speaking test, maka anda harus melakukan uji inter-rater terlebih dahulu untuk menentukan data nilai dari rater 1, atau 2, atau rata-rata dari rater 1 dan 2 untuk digunakan sebagai analisis data secara keseluruhan.

2. Testing Inter-Rater Reliability
Jika instrument kalian berupa writing test atau speaking test, maka anda perlu mencari inter-rater reliability. Selengkapnya lihat di sini Inter-Rater Reliability dan langkah-langkah SPSS nya di sini Uji Inter-Rater Reliability Melalui SPSS

Namun, jika instrumen kalian berupa reading test dengan bentuk soal multiple choice maka anda tidak perlu melakukan inter-rater reliability, melainkan anda harus melakukan testing validity dan reliability sebelum analisis descriptive statistics.

3. Testing Assumptions of ANCOVA
Setiap formula analisis data memiliki asumsi yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis data itu sendiri. Untuk ANCOVA, ada 4 asumsi yang harus dipenuhi, yaitu:

a. Assumption of Normality
Asumsi ini bertujuan untuk mencari tahu apakah data yang kita peroleh berdistribusi normal atau tidak. Data dikatakan berdistribusi normal jika Sig. > α 0.05. Selengkapnya tentang Normality dan langkah-langkah di SPSSnya bisa anda lihat di sini (Uji Normalitas Kolmogrov Smirnov Melalui SPSS).

b. Assumption of Homogeneity Variances
Asumsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi data dari masing-masing test yang kita peroleh  adalah homogen. Data dikatakan homogen jika Sig. > α 0.05Selengkapnya tentang  Homogeneity Variances dan langkah-langkah di SPSSnya bisa anda lihat di sini. Uji Homogenitas Levene Test Melalui SPSS

c. Assumption of Homogeneity Regression (Slope)
Asumsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara covariate dengan independent variable. Asumsi ini akan terpenuhi jika ditemukan tidak ada hubungan antara keduanya dengan syarat Sig. > α 0.05. Selengkapnya tentang  Homogeneity Regression (Slope) dan langkah-langkah di SPSSnya bisa anda lihat di sini. Uji Homogenitas Regresi atau Homogeinity of Regression (Slope) Melalui SPSS

d. Assumption of Linier Relationship between Covariate and Dependent Variable
Asumsi yang terakhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan linier antara covariate dengan dependent variable.  Asumsi ini akan terpenuhi jika ditemukan ada hubungan liniar antara keduanya dengan syarat Sig. < α 0.05Selengkapnya tentang  Linier Relationship between Covariate and Dependent Variable dan langkah-langkah di SPSSnya bisa anda lihat di sini. Uji Linieritas Hubungan Kovariat dengan Variabel Dependen

4. Testing Hypothesis Using ANCOVA
Setelah semua asumsi terpenuhi, maka anda bisa menggunakan formula ANCOVA untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Selengkapnya tentang langkah-langkah uji hipotesis ANCOVA melalui SPSS bisa anda ihat di sini.
Ho diterima dan Ha di tolak jika Sig. > α 0.05
Ho ditolak dan Ha diterima jika Sig. < α 0.05
Selengkapnya tentang langkah-langkah uji hipotesis ANCOVA melalui SPSS bisa anda ihat di sini. Uji ANCOVA Melalui SPSS

B. Discussion
Pada bagian sub bab ini, anda harus menulis kesimpulan dari sub bab finding (1-2 paragraf). Dilanjutkan dengan possible reason dari finding. Dan dukung finding dan possible reason  tersebut dengan membandingkan atau menyamakan temuan pada previous study atau penelitian terdahulu.


NOTE:
Secara keseluruhan analisis data pada instrument writing dan speaking test dengan reading test (pilihan ganda) adalah sama, sama-sama menggunakan ANCOVA untuk penelitian quasi-eksperimen. Jadi semua asumsi ancova harus dilakukan. Namun, yang membedakan adalah pada uji validity dan reliability-nya.
- Jika pada reading test (berupa pilihan ganda), anda harus melakukan uji validity dan reliability sebelum melakukan uji asumsi ancova dan uji hipotesis.
- Namun, jika instrument anda writing test atau speaking test anda harus melakukan uji inter-rater reliability sebelum melakukan uji asumsi ancova dan uji hipotesis.


Sekian terimakasih, semoga bermanfaat.
Jangan lupa share ke teman-teman kalian ya.
Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar.


Referensi:
Creswell, John W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 3rd Edition. California, USA: SAGE Publications. Inc.

Creswell, John W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative and Qualitative Research. 4th Edition. Boston, USA: Pearson Education, Inc.


Baca Juga



Ditulis oleh Endang Wahyuni

0 comments:

Post a Comment