Sunday, March 29, 2020

,

Uji Inter-Rater Reliability Melalui SPSS

Langkah-Langkah Uji Inter-Rater Reliability, 2 Rater, untuk Data Pre-Test dan Post-Test dari Experimental Group Dan Control Group

Sebelum menganalisis data untuk mencari inter-rater reliability melalui SPSS, anda harus memahami konsep inter-rater reliability terlebih dahulu. Anda juga harus mencari teori reliability degree untuk digunakan sebagai acuan mengintepretasikan koefisien hasil analisis yang dilakukan. Anda bisa membacanya melalui link berikut ini: Inter-Rater Reliability

Di sini, saya menggunakan teori dari Landis and Knoch (1977), berikut ini:

Langkah-langkah:
1. Siapkan data nilai dari rater 1 dan rater 2 dari masing-masing test. Untuk memudahkan anda meng-copy-paste ke dalam SPSS, anda bias membuat table seperti berikut ini:
2. Buka program SPSS, dan klik variable view di pokok kiri bawah. Tampilannya akan seperti ini

3. Lalu ketikkan variable-variable yang akan di uji inter-rater reliabilitynya di kolom name. Beri label di kolom label. Kemudian pada kolom measure, ganti tipe data menjadi data scale. Untuk kolom lainnya, tidak perlu diganti.

4. Tampilannya akan menjadi seperti ini:

5. Kemudian klik data view di pojok kiri bawah.
   6. Copy-paste semua data yang telah disiapkan di excel tadi sesuai dengan kolom variable yang telah dibuat.

   7. Klik analyze > correlate > bivariate

 8. Pengujian dilakukan per-jenis test. Pindahkan variable yang akan diuji, yaitu rater 1 dan rater 2 pre-test experimental.

   9. Kemudian centang Pearson dan Two-tailed > OK

   10.  Hasil outputnya akan keluar seperti ini:

Bisa kita lihat bahwa hasil koefisiennya adalah 0.966. Berdasarkan table Landis and Koch (1977) yang kita gunakan sebagai acuan diatas, maka koefisien tersebut menunjukkan bahwa tingkat inter-rater reliability dari kedua rater pada pre-test experimental adalah “Almost Perfect”.


11. Lakukan langkah no 7 sampai 10 untuk menguji variable lainnya, yaitu Rater 1 dan Rater 2 Post-test Experiment, Rater 1 dan Rater 2 Pretest Control, Rater 1 dan Rater 2 Post-Test Control.

Jika reliability degree yang diperoleh sangat tinggi atau “Almost Perfect”, maka kalian bisa memilih salah satu data dari kedua rater untuk analisis data selanjutnya untuk menguji hipotesis. Namun, jika hasil reliability degree tidak begitu kuat, maka akan lebih baik jika menggunakan data dari rata-rata nilai kedua rater untuk melakukan analisis data selanjutnya.


Terimakasih, Semoga bermanfaat :)


Ditulis oleh Endang Wahyuni

1 comment:

  1. Assalamualaikum, saya ingin menanyakan bagaimana cara menghitung nilai rata rata dua rater ?

    ReplyDelete