Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Friday, July 10, 2020

,

Cara Membuat Nomor Halaman yang Berbeda di Microsoft Word

Penomoran halaman pada dokumen Microsoft Word bisa menggunakan angka (1, 2, 3 dst),  romawi kecil (i, ii, iii, dst), romawi besar (I, II, III, dst), huruf abjad kecil (a, b, c, dst), huruf abjad besar (A, B, C, dst) ataupun huruf hijaiyah.

Biasanya tulisan skripsi, makalah, atupun buku, menggunakan 2 jenis penomoran yaitu romawi kecil untuk halaman sampul, kata pengantar, daftar isi dan awalan-awalan lainnya, kemudian angka untuk halaman isi sampai selesai. 
Cara membuat nomor halaman yang berbeda di Microsoft Word - mudah dan cepat
Namun, masih ada beberapa orang yang belum mengerti cara untuk membuat nomor halaman yang berbeda dalam satu file di Microsoft Word. Banyak diantaranya yang masih bingung dan melakukannya dengan cara manual, yaitu membuat file secara terpisah. Halaman sampul, kata pengantar dan daftar isi diketik sendiri, kemudian halaman isi disendirikan dalam file yang berbeda. Tentu saja cara ini kurang efektif yaa...

Padahal, membuat nomor halaman yang berbeda dalam satu file di Microsoft Word sangatlah mudah. Berikut ini akan saya jelaskan langkah-langkahnya disertai dengan gambar agar lebih mudah mempraktekkannya.
  • Buka file Microsoft Word yang akan diberi nomor halaman
Dokumen masih belum memiliki nomor halaman
  • Klik Insert > Page number > Bottom of page (atau anda bisa memilih letak halaman sesuai kebutuhan, bisa atas, bawah, dll) > Pilih letak halaman yang sesuai
  • Halaman akan muncul, namun semua halaman masih menggunakan angka romawi kecil (perhatikan tanda panah). Pada halaman BAB I, kita akan mengganti halamannya menjadi angka 1.
  • Letakkan kursos di area bawah daftar isi, perhatikan tanda panah.
  • Klik layout > Breaks > Next page. Lalu kursos akan berpindah ke halaman selanjutnya.
  • Block nomor haaman yang akan diganti  > Klik design > Non-aktifkan Link to Previous sampai berubah tidak aktif.
  • Tetap block nomor halaman yang akan diganti > klik Design > page number > format page number.
  • Pilih angka pada kotak number format > isikan angka  di start at > OK
  • Selesai... halaman akan berubah menjadi angka 1 pada Bab 1 sampai selesai, seperti berikut.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa membuat nomor halaman yang berbeda dalam satu file harus melalui proses pemisahan halaman antara halaman yang menggunakan romawi dan halaman yang menggunakan angka, yaitu dengan cara mengeklik Next Page  dan menonaktifkan Link to Previous.

Sangat mudah bukan? Jadi teman-teman tidak peru lagi bersusah payah untuk menyendirikan file antara halaman awal dan halaman isi. 

Sekian cara membuat nomor halaman yang berbeda di Microsoft Word. Semoga bermanfaat...


Baca Juga




Ditulis oleh Endang Wahyuni
Continue reading Cara Membuat Nomor Halaman yang Berbeda di Microsoft Word

Thursday, July 9, 2020

Cara Edit Background Tanda Tangan Hasil Scan Agar Transparan Seperti Asli Melalui CorelDraw

Tanda tangan elektronik diperlukan untuk menandatangani dokumen virtual. Apalagi dimasa pandemi covid-19 sekarang ini, dokumen-dokumen virtual sangat diperlukan untuk menggantikan dokumen print-out. Mulai dari perusahaan yang menerapkan sistem kerja work from home sampai institusi lembaga pendidikan yang menerapkan sistem pembelajaran daring. Jika pihak satu membutuhkan tanda tangan pihak lainnya, sementara kedua belah pihak tidak bisa bertatap muka, maka tanda tangan elektronikpun jadi solusinya. 
Selain itu, tanda tangan elektronik tersebut juga sangat bermanfaat untuk menandatangani dokumen yang akan dicetak dalam jumlah banyak. Seperti sertifikat atau piagam misalnya. 

Caranya yaitu dengan men-scan atau mem-foto tanda tangan orang yang bersangkutan yang kemudian ditempelkan (di-copy-paste) ke dokumen yang diperlukan.

Namun hasil scan atau foto tanda tangan jika ditempelkan / dicopy-paste ke dokumen secara langsung, akan menghasilkan tanda tangan yang masih memiliki background. Seperti gambar di bawah ini.
Nah, untuk menjadikan background tanda tangan menjadi transparan seperti tanda tangan asli, kita harus mengeditnya terlebih dahulu. Untuk mendapatkan hasil editan yang mulus, sangat mirip dengan tanda tangan asli, kita bisa mengeditnya melalui CorelDraw dengan langkah-langkah yang cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya.
  • Scan / foto tanda tangan yang akan di edit
  • Buka CorelDraw > New Blank Document > file > import
  • Atur ketajaman gambar terlebih dahulu agar hasilnya maksimal dengan cara: Pilih Effect > Adjust > Tone Curve. Ikuti posisi titik yang saya beri tanda panah merah kemudian > preview untuk melihat hasilnya. Jika dirasa kurang tajam bisa dinaik turunkan kurvanya. > Ok


    • Klik Bitmaps > Bitmap Color Mask. Klik icon Color Selection > klik background gambar > Jika baris pertama sudah berubah warna seperti background gambar, beri centang.

    •  atur persentase transparansi > apply. Sesuaikan transparansi sampai background benar-benar hilang dan hasil gambar tetap mulus.

    • Jika hasil sudah memuaskan, klik Export > pilih jenis file PNG > beri nama > OK

    • Klik Transparansi > OK

    • Silahkan paste file PNG yang telah di export di Ms.Words atau aplikasi lainnya. Atur Wrap Text. Klik Kanan > Wrap Text > In Front Of the Text

    • Selesai.. seperti ini hasilnya. Sangat mirip dengan tanda tangan asli bukan ?

    Nah... editing gambar melalui CorelDraw sangat bagus untuk menjaga kualitas resolusi gambar. Dengan melalui proses pengaturan tone curve maka akan dihasilkan kualitas gambar yang tajam dan hasil akhir akan sangat mirip dengan tanda tangan aslinya. Berbeda dengan mengeditnya langsung melalui Ms.Word, akan ada garis-garis yang terputus pada tanda tangan tersebut.

    Jadi, teman-teman bisa mengikuti cara edit background tanda tangan hasil scan agar transparan dan terlihat seperti aslinya jika memerlukan tanda tangan elektronik untuk keperluan dokumen virtual. Namun, yang perlu diingat adalah, pastikan teman-teman telah mendapatkan ijin / kesepakatan dari pihak yang terkait, terutama pihak yang memiliki tanda tangan tersebut, agar tidak melanggar hukum undang-undang.

    Baca Juga


    Ditulis oleh Endang Wahyuni
    Continue reading Cara Edit Background Tanda Tangan Hasil Scan Agar Transparan Seperti Asli Melalui CorelDraw

    Thursday, April 9, 2020

    ,

    Uji ANCOVA Melalui SPSS

    Konsep Dasar

    ANCOVA merupakan formula uji hipotesis yang berguna untuk meningkatkan presisi penelitian karena didalamnya peneliti melakukan pengaturan terhadap pengaruh variabel lain, seperti nilai pre-test, nilai IQ dll (Mackey & Gass, 2005: 350). Analysis of Covariance (ANCOVA) ini adalah variasi dari ANOVA yang digunakan ketika, misalnya, nilai rata-rata pada pre-test dari kedua grup ditemukan berbeda (Fraenkel & Wallen, 2009: 232). ANCOVA memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan skor rata-rata post-test sebagai variabel dependen pada masing-masing grup untuk mengkompensasi perbedaan awal pada nilai pretest diantara kedua grup.
    Perbedaan ini bisa terjadi karena teknik sampling yang digunakan. Kondisi tertentu bisa membatasi peneliti untuk mengambil sampel secara acak atau random sampling, sehingga harus menggunakan teknik sampling lainnya, seperti cluster sampling (mengambil grup secara acak) ataupun purposive sampling (mengambil sampel dengan cara memilih individu secara langsung tanpa diacak). Sehingga, perlu bagi peneliti untuk mengontrol variable lain yang dianggap bisa menimbulkan bias hasil analisis data karena sampel diambil secara tidak acak.

    Tujuan

    Tujuan ANCOVA adalah untuk mengetahui/melihat pengaruh treatment/perlakuan/factor  terhadap variabel dependen dengan mengontrol variabel lain.

    Variabel

    Jadi, ANCOVA memiliki 3 variabel, yaitu:
    • Variabel Independen: treatment/perlakuan/factor
    • Variabel Dependen: Variabel yang dipengaruhi oleh treatment/perlakuan/factor
    • Kovariat: variabel lain yang senagaja dikontrol, seperti nilai pre-test, IQ, dll.

    Standar Penerimaan dan Penolakan Hipotesis

    • Ho diterima, Ha ditolak jika nilai Sig > α 0.05
    • Ho ditolak, Ha diterima jika nilai Sig < α 0.05

    Asumsi

    Sebelum menggunakan formula ANCOVA untuk menguji hipotesis, ada 4 asumsi yang harus dipenuhi yaitu:
    Setelah semua asumsi terpenuhi, maka pengujian hipotesis menggunakan ANCOVA bisa dilakukan. 

    Uji ANCOVA Melalui SPSS

    Contoh kasus: Peneliti ingin menguji keefektifan isntagram sebagai media pembelajaran menulis paragraf eksposisi. Peneliti melibatkan 2 kelas yang dipilih secara cluster sampling sebagai sampel penelitian. Kelas eksperimen akan melakukan pembelajaran menggunakan media Instagram, kelas kontrol akan menggunakan media lainnya. Langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti adalah:
    • Sebelum menggunakan media tersebut, peniliti memberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa
    • Peneliti memberikan treatment yaitu melakukan pembelajaran menggunakan media Instagram dan pembandingnya
    • Peneliti memberikan post-test untuk mengetahui hasil peningkatan hasil belajar siswa setelah memberikan treatment.
    Judul: "Keefektifan media instagram dalam pembelajaran menulis paragraf eksposisi"

    Hipotesis:
    • Ho = Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis siswa antara siswa yang mendapatkan media pembelajaran instagram dan siswa yang tidak mendapatkan media pembelajaran istagram.
    • Ha = Ada perbedaan secara signifikan pada kemampuan menulis siswa antara siswa yang mendapatkan media pembelajaran instagram dan siswa yang tidak mendapatkan media pembelajaran istagram.
    Variabel:
    • Independen variabel: media pembelajaran
    • Dependen Variabel: hasil belajar siswa menulis paragraph eksposisi (nilai post-test)
    • Kovariat: kemampuan awal siswa sebelum menggunakan media (nilai pre-test)

    Berikut adalah cara uji hipotesis menggunakan ANCOVA melalui SPSS:

    1. Siapkan Data

    Untuk memudahkan teman-teman menginput data di SPSS, siapkan data terlebih dahulu dengan membat table di Ms. Excel. Selain data nilai, buat juga tabel untuk kode group, 1 untuk experimental group dan 2 untuk control group.

    2. Input Data

    • Buka program SPSS, klik variable view


    • Ketikkan nama-nama variable di kolom name. Ada 3 variable: Pre_testPost_test, dan Class. Untuk kolom measure, pada variable pre_test dan post_test ubah menjadi scale. Dan untuk Class ubah measure menjadi Nominal.


    • Karena kita akan memasukkan data pre_test dan post_test dari kedua grup secara bersamaan, maka untuk variable Class, klik titik 3 pada kolom value.

    • Tambahkan 2 class, experimental class dan control class dengan cara: Mengetikkan kode kelas di kolom value dan nama kelas di kolom Label. > Klik add. Ulangi untuk menambahkan kelas control. > klik add >  OK.


    • Klik data view di pojok kiri bawah. Copy-paste data yang telah dibuat di Ms. Excel.
    Note:
    30 data pertama (1-30) adalah data experimental class
    -   30 data terakhir (31-60) adalah data control class
    Sehingga data berurutan, data pre_test experimental dijadikan satu dengan data control, begitupun juga dengan data post_test. Sehingga kode untuk 30 sampel pertama adalah angka 1 (experimental class) dan kode untuk 30 sampel terakhir adalah angka 2 (control class).

    3. Analisis Data

    • Klik Analyze General Linier Model > Univariate
    • Masukkan variable post_test ke Dependent Variable, Class ke Fixed Factors, Pre_test ke Covariate(s) > Klik Model
    • Pilih Full Factorial > Continue
    • Klik Options > Masukkan (OVERALL)  dan Class ke Display Means for
    • Beri centang Compare main effect > Pilih Bonferroni 
    • Beri centang Descriptive Statistics, Parameter Estimates, dan Homogeneity tests > Continue > OK

    4. Mengintepretasi Data

    Berikut ini adalah outputnya.
    Yang kita lihat adalah nilai Sig. variabel Class. Bisa kita lihat bahwa Sig = 0.000 < 0.05.
    Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima: "Ada perbedaan secara signifikan pada kemampuan menulis siswa antara siswa yang mendapatkan media pembelajaran instagram dan siswa yang tidak mendapatkan media pembelajaran istagram".
    Kemudian  untuk mengetahui apakah media instagram efektif atau tidak, kita lihat pada output tabel Parameter Estimates. Yang kita lihat adalah nilai Sig variabel Class.
    Sig = 0.000 < 0.05Sehingga dapat ditarik kesmpulan bahwa media instagram efektif untuk mengajar pembelajaran menulis paragraf eksposisi.


    Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar...

    Referensi:
    Fraenkel, Jack R. and Wallen, Norman E. (2009). How to Design and Evaluate Research in Education. 7th Edition. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
    Mackey, A. and Gass, S. M. (2005). Second Language Research: Methodology and Design. New Jersey, USA: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.


    Ditulis oleh Endang Wahyuni

    Continue reading Uji ANCOVA Melalui SPSS

    Saturday, April 4, 2020

    ,

    Uji Linieritas Hubungan Kovariat dengan Variabel Dependen

    Uji linieritas hubungan kovariat dengan dependen variabel atau uji linier relationship between covariate and dependent variable adalah asumsi terakhir yang harus dipenuhi sebelum menggunakan formula ANCOVA untuk uji hipotesis. Tujuan asumsi ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan linier antara kovariat atau covariate dengan variabel dependen. 
    Jadi, setelah teman-teman mengetahui bahwa data kita berdistribusi normal melalui Uji Normalitasvariansi populasi dari dua grup yang kita pilih sebagai sampel adalah homogen melalui Uji Homogenitas Variansi; dan menemukan tidak adanya hubungan antara kovariat dan variabel independen melalui Uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope), maka  kita harus menemukan bahwa antara kovariat dengan variabel dependen memiliki hubungan linier untuk memenuhi asumsi dari ANCOVA.

    Asumsi ini akan terpenuhi jika nilai Sig dari kovariate dalam tabel Test Between Subject Effect α 0.05.

    Baik, berikut adalah langkah-langkah uji linieritas hubungan kovariat dengan variabel dependen atau  linier relationship between covariate and dependent variable melalui SPSS.

    1. Siapkan Data dan Input Data

    Cara input data kali ini masih sama seperti kita melakukan Uji NormalitasUji Homogenitas Variansi, dan Uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope).

    2. Analisis Data

    • Klik Analyze General Linier Model > Univariate
    • Masukkan variable post_test ke Dependent Variable, Class ke Fixed Factors, Pre_test ke Covariate(s) > Klik Model
     
    • Pilih Full Factorial > Continue
    • Klik Options > Masukkan (OVERALL)  dan Class ke Display Means for
    • Beri centang Compare main effect > Pilih Bonferroni 
    • Beri centang Descriptive Statistics, Parameter Estimates, dan Homogeneity tests > Continue > OK

    2. Mengintepretasi Data 

    Berikut ini adalah outputnya.
    Yang kita lihat adalah variabel kovariat. Karena disini saya menggunakan nilai pre_test sebagai kovariat maka yang saya tandai adalah variabel pre_test. Bisa kita lihat bahwa nilai Sig = 0.000 < α 0.05. Maka, bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara kovariat dengan dependen variabel sehingga asumsi Linieritas Hubungan Kovariat dengan Variabel Dependen telah terpenuhi.


    Mudah bukan?? 
    Silahkan dicoba ya teman-teman.
    Ada pertanyaan? Silahkan tulis dikolom komentar ya :)



    Ditulis oleh Endang Wahyuni

    Continue reading Uji Linieritas Hubungan Kovariat dengan Variabel Dependen

    Friday, April 3, 2020

    ,

    Uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) Melalui SPSS

    Uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) adalah asumsi ke-3 yang harus dipenuhi sebelum uji hipotesis menggunakan ANCOVA. Jadi setelah melakukan Uji Normalitas dan Uji Homogenitas Variansi, teman-teman harus melakukan uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) ini. Masih hafalkan urutan Analisis Data Penelitian Quasi-Eksperimen?
    Nah, uji homogenitas regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara covariate dengan independent variable. Asumsi ini akan terpenuhi jika ditemukan tidak adanya hubungan antara covariate dan independent variable dengan syarat nilai sig covariate*independent variable lebih dari 0.05 (Sign > α  0.05).

    Baik, langsung saja berikut ini langkah-langkah uji homogenitas regresi atau homogeneity of regression (slope) melalui SPSS

    1. Siapkan Data

    Cara input data kali ini masih sama seperti kita melakukan Uji Normalitas dan Uji Homogenitas Variansi. Untuk memudahkan teman-teman menginput data di SPSS, siapkan data terlebih dahulu dengan membat table di Ms. Excel. Selain data nilai, buat juga tabel untuk kode group, 1 untuk experimental group dan 2 untuk control group.

    2. Input Data

    • Buka program SPSS, klik variable view
    • Ketikkan nama-nama variable di kolom name. Ada 3 variable: Pre_testPost_test, dan Class. Untuk kolom measure, pada variable pre_test dan post_test ubah menjadi scale. Dan untuk Class ubah measure menjadi Nominal.
    • Karena kita akan memasukkan data pre_test dan post_test dari kedua grup secara bersamaan, maka untuk variable Class, klik titik 3 pada kolom value.
    • Tambahkan 2 class, experimental class dan control class dengan cara: Mengetikkan kode kelas di kolom value dan nama kelas di kolom Label. > Klik add. Ulangi untuk menambahkan kelas control. > klik add >  OK.
    • Klik data view di pojok kiri bawah. Copy-paste data yang telah dibuat di Ms. Excel.
    Note:
    30 data pertama (1-30) adalah data experimental class
    -   30 data terakhir (31-60) adalah data control class
    Sehingga data berurutan, data pre_test experimental dijadikan satu dengan data control, begitupun juga dengan data post_test. Sehingga kode untuk 30 sampel pertama adalah angka 1 (experimental class) dan kode untuk 30 sampel terakhir adalah angka 2 (control class).

    3. Analisis Data

    • Klik Analyze > General Linier Model > Univariate
    • Masukkan variable post_test ke Dependent Variable, Class ke Fixed Factors, Pre_test ke Covariate(s) > Klik Model
    • Ubah full factorial ke Custom 
    • Pindahkan variable class dan pre_test ke Model secara bergantian 
    • Pindahkan variabel class dan pret_test ke Model secara bersamaan dengan cara mengeblok keduanya lalu dipindahkan. Tujuan dari step ini adalah untuk mengetahui hubungan keduanya.
    • Klik Continue > Options. Pindahkan Overall dan class ke Display Means for. Beri centang pada Descriptive Statistics, Parameter Estimates, dan Homogeneity test. >  Continue > OK

    4. Intepretasi Data

    • Berikut adalah outputnya. Yang dilihat adalah tabel Test of Between Subjects Effects.  
    Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Covariate (pre_test) dengan Independent Variable maka yang dilihat adalah nilai Sig dari Class*Pre_test. Hasilnya adalah 0.479 > 0.05. Jelas bahwa tidak ada hubungan antara Covariate dengan Independent Variable. Sehingga asumsi Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) telah terpenuhi.


    Ditulis oleh Endang Wahyuni
    Continue reading Uji Homogenitas Regresi atau Homogeneity of Regression (Slope) Melalui SPSS